"Asyik ada kembang apinya. Bagus, meskipun agak kaget juga mendengar bunyinya seperti petasan. Kapan lagi bisa melihat pesta kembang api kalau bukan pas pembukaan pameran seperti ini," kata Nila, salah satu pengunjung pameran sambil tersenyum.
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, saat membuka pameran berharap agar kegiatan tersebut memberikan angin segar bagi masyarakat. "Di tengah-tengah kesulitan ekonomi, kita bisa berkreasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pameran pembangunan," katanya.
Pasca pameran, lanjut Busyro, pihaknya menginginkan tetap terjalin sinergi antara pemerintah kabupaten dengan pihak-pihak lain seperti para pengusaha. "Artinya iklim inestasi itu harus dijaga, supaya bisa memberi manfaat yang baik bagi masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut Busyro mengungkapkan, pondok pesantren sengaja dilibatkan dalam pameran pembangunan tahun ini, sebagai upaya memberikan peluang pondok pesantren berkreasi dalam pembangunan. "Kami percaya, kalau mau kreatif, sebenarnya banyak yg bisa dikembangan. Manfaatkan saja iklim investasi yang main baik ini," imbuhnya.
Pameran pembangunan, pekan raya, dan expo pondok pesantren ini digelar mulai tanggal 19-24 Oktober, diikuti oleh 105 stand, mulai SKPD, kantor kecamatan, BUMD, instansi vertikal, perguruan tinggi, dan pondok pesantren. [tem/kun]
Sumber : www.beritajatim.com




Posting Komentar