Jumat, 05 Oktober 2012

Mahasiswi Unesa Terjun dari Lantai 3 Gedung Fakultas Bahasa dan Seni

SURABAYA  – Mau bunuh diri, tapi tidak meninggal. Inilah yang dialami Intan Muftikaningtyas (20), mahasiswi jurusan seni rupa dan desain grafis Univesitas Negeri Surabaya (Unesa). Kamis (4/10) sekitar pukul 10.00 Wib, gadis yang tinggal di Jl Ketintang III Surabaya ini nekat terjun dari lantai III gedung Fakultas Bahasa dan Seni Kampus Unesa di Jalan Lidah Wetan. Aksi nekat ini membuat suasana perkuliahan gempar.

Akibat kenekatannya itu, mahasiswa baru (Maba) angkatan 2012 ini kritis dengan luka pada bagian kepala dan tangan. Sebab, bagian tubuhnya membentur benda keras. Kepalanya banyak mengeluarkan darah. Kini, ia sedang dalam perawatan di RSU dr. Soetomo. Informasinya, Intan sedang mengalami depresi. Bahkan, kuliah pun sampai dikawal oleh ibu dan kakaknya.

Aksi nekat ini langsung perhatian mahasiswa lainnya dan dosen yang sedang melakukan aksitivitas, untuk menolong Intan. Awalnya, gadis ini dilarikan ke Rumah Sakit Sejahtera Wiyung. Namun, peralatan yang dimiliki di sana tak memadai, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit dr Soetomo bersama dosen dan orangtuanya.

Menurut Imam Zaini, Sekretaris Jurusan, kejadian yang menimpa mahasiswi berusia 20 tahun itu, terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. “Informasinya, pagi itu secara tiba-tiba Intan langsung naik ke lantai tiga Gedung Fakultas Bahasa dan Seni, lalu membuka jendela dan meloncat. Selanjutnya dia tidak sadarkan diri dan kami bawa ke rumah sakit terdekat,” jlentrehnya.

Gedung lantai 3 itu diperkirakan ketinggiannya 15 meter. Dugaan sementara pihak kampus, Intan melakukan hal tersebut karena ingin bunuh diri. Sebab, sejak masuk ke kampus, teman-temannya sering melihat dia murung. “Kemungkinan yang bersangkutan banyak masalah. Karena teman-temannya sering melihat dia termenung dan menyendiri. Kemungkinan dia sengaja melompat dari lantai tiga,” ungkap dia.

Hal senada diungkapkan Wayan, salah satu dosen grafis Unesa. Cerita dia, korban saat itu usai mengikuti mata kuliah gambar ekspresi di lantai tiga gedung Fakultas Bahasa dan Seni. Intan lantas melompat dari gedung melalui jendela. Tiba-tiba dia memanjat dinding menuju jendela kelas tanpa sepengetahuan mahasiswa dan dosen. "Kemudian dia jatuh dan sempat tersangkut di atap lantai satu," terangnya.

Wayan sendiri mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab aksi nekat yang dilakukan Intan ini. "Waktu itu, saya ikut menolongnya, ketika mengetahui ada mahasiswi yang jatu dari lantai tiga," katanya lagi.

Wayan mengatakan, saat ini Intan sudah dirujuk di RSUD dr Soetomo. "Intan mengalami sejumlah luka di kepala dan tangan. Tadi orang tuanya juga ikut mengantarkannya ke rumah sakit," ujar Wayan.

Sementara di lokasi kejadian, dua petugas kepolisian melakukan penyelidikian kejadian tersebut. Dari keterangan yang dihimpun dari kakak korban, Intan berbuat nekat karena sedang mengalami depresi. Bahkan, selama jam kuliah hingga saat kejadian korban diantar oleh ibu dan kakaknya. "Dari keterangan kakak korban, dijelaskan jika adiknya sedang mengalami depresi," kata Kapolsek Lakarsantri Kompol Kuncoro.

Namun, depresi itu diduga akibat penyakit epilepsi tak kunjung sembuh. Riwayat penyakit epilepsi sudah diderita Intan sebelum masuk sebagai mahasiswa Unesa. Kuncoro memastikan jika aksi cobaan bunuh diri yang dilakukan Intan ini tidak mengandung unsur pidana setelah melakukan pemeriksaaan keluarga korban. "Ini murni cobaan bunuh diri yang sengaja dilakukan sendiri oleh korban," tandas Kuncoro

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More