JAKARTA : Bank Mandiri menyalurkan beasiswa sebesar Rp 1,2 miliar bagi 500 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT). Melalui beasiswa itu, diharapkan makin banyak lagi anak bangsa ini yang bisa melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Penandatanganan nota kerja sama beasiswa dilakukan Senior Vice President Institutional Banking I Bank Mandiri, Jiantok Hardjiman, dan Rektor UT Prof Tian Belawati di sela peringatan Dies Natalis Ke-28 UT di kampus UT Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (4/8).
Turut menyaksikan penandatanganan tersebut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan, Musliar Kasim.
Jiantok menjelaskan, pilihan pada UT karena program pembelajarannya yang lebih fleksibel dalam soal waktu, tempat, dan pembelajaran. Karena itu, anak bangsa yang terkendala kondisi geografis di berbagai belahan bumi Indonesia bisa tetap kuliah, tanpa perlu direpotkan dengan kehadiran di kelas seperti halnya kuliah tatap muka.
"Kami berharap kontribusi ini bisa meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia yang terbilang kecil," ujar Jiantok sambil mengutip data Kemendikbud 2011 yang menyebutkan rasio APK di pendidikan tinggi masih sebesar 23 persen.
Hal senada dikemukakan Rektor UT Prof Tian Belawati. Secara perlahan UT mulai menjadi pilihan para lulusan baru sekolah menengah atas (SMA) sebagai tempat kuliah. Saat ini jumlah mahasiswa usia muda di bawah 30 tahun sebanyak 30 persen.
"Di masa lalu, UT terkenal sebagai tempat kuliah mereka yang berusia di atas 35 tahun dan telah bekerja. Butuh waktu dan kerja keras untuk meyakinkan para usia muda lulusan baru SMA bahwa UT bisa menjadi pilihan tempat kuliah yang juga asyik seperti halnya kuliah konvensional tatap muka," tutur Prof Tian.
Menurut Prof Tian, peningkatan mahasiswa baru juga banyak terjadi pada sejumlah UPBJJ (unit program belajar jarak jauh) di luar negeri seperti Arab Saudi, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, Malaysa, Taiwan, Etiopia, dan Athena (Yunani).
"Ada sekitar 1.347 mahasiswa Indonesia yang belajar di UPBJJ UT di luar negeri. Malah dalam waktu dekat kami akan buka juga di Mesir dan Jepang akibat banyaknya permintaan dari tenaga kerja Indonesia yang ada di dua negara tersebut," ujarnya.
Upaya lain yang dilakukan, menurut Prof Tian, adalah pembukaan program studi baru jenjang S-1 yang diharapkan dapat menarik minat para lulusan muda. Program studi yang ditawarkan mulai dari ilmu hukum, perpustakaan, administrasi niaga, ekonomi syariah hingga pariwisata. Untuk jenjang S-2, program studi baru pendidikan bahasa Inggris, pendidikan IPA, dan administrasi publik.
Sumber: http://www.suarakarya-online.com




Posting Komentar