Para penumpang yang sudah tertahan di kapal 12 jam mulai berang dan memaksa kapal untuk segera berangkat. Bahkan para penumpang terpaksa 'menyandera' kapten KM Berkat Abadi, meminta segera memberangkatkan kapal dan mengabaikan keinginan mahasiswa.
Tak urung keinginan berseberangan antara mahasiswa dan penumpang itu pun memanaskan suasana. Bahkan nyaris terjadi adu jotos antara penumpang yang menginginkan kapal berangkat, dan mahasiswa yang melarang kapal berangkat. Beruntung aparat Kepolisian sigap dan aksi adu jotos bisa dicegah.
Salah satu penumpang, Jaelani, mengaku kesal dengan ulah mahasiswa yang melarang KM Berkat Abadi berangkat, hanya untuk menunggu Kapal DBS berangkat bersama-sama ke Kangean. Padahal sampai saat ini, belum ada kepastian dari Pemkab Sumenep, apakah kapal DBS akan diberangkatkan atau tidak.
"Kami para penumpang ini sudah lelah menunggu. Saya sudah 12 jam nunggu di kapal. Jadwalnya jam 9 pagi berangkat, kemudian ditunda jam 1 siang. Ternyata ada demo mahasiswa dan kapal dilarang berangkat. Ini maksudnya gimana?," ujarnya kesal.
Jaelani mengaku para penumpang terpaksa 'menyandera' kapten kapal dan memaksa untuk memberangkatkan kapal, karena sudah tidak betah menunggu tanpa ada kepastian. "Penumpang itu banyak yang datang dari Yogya, dari Bandung, dari kota-kota lain. Mereka sudah nunggu sejak kemarin. Sekarang kok malah kapal tidak boleh berangkat," katanya.
Jaelani mengaku kecewa dengan sikap Pemkab yang terkesan membiarkan persoalan ini berlarut-larut, sehingga masyarakat kepulauan yang menjadi korban. "Harusnya Pemkab segera mengambil sikap tegas. Jangan kemudian kami yang dikorbankan. Kasihan kan penumpang kapal yang sudah nunggu lama," tandasnya.
Setelah melakukan negosiasi alot, akhirnya KM Berkat Abadi yang merupakan armada mudik gratis, diberangkatkan ke Kangean. Sedangkan ratusan penumpang lain yang tidak terangkut KM Berkat Abadi, terpaksa 'kleleran' di Pelabuhan Kalianget, duduk-duduk sambil menggelar tikar. Sebagian lagi memilih menduduki kapal DBS, berharap kapal bisa berangkat.
Kapal DBS sandar di pelabuhan Kalianget dalam kondisi istirahat untuk pemberangkatan pada Jumat (16/08/12) besok, yang merupakan trip terakhir ke Kangean sebelum lebaran. Kapal DBS melakukan pelayaran ke pulau Kangean 1 minggu 3 kali, yakni pada hari Minggu, Selasa, dan Jumat.
Para mahasiswa menuntut agar kapal DBS diberangkatkan bersama kapal mudik gratis ke Kangean, karena jumlah penumpang yang membeludak melebihi kapasitas KM Berkat Abadi. Kapal tersebut maksimal berkapasitas 150 penumpang. Namun ada sekitar 400 penumpang yang memaksa untuk ikut berlayar ke Kangean. Karena itu, mahasiswa meminta agar para pemudik diangkut dua kapal sekaligus, yakni KM Berkat Abadi dari Pemprov Jatim, dan Kapal DBS dari Pemkab Sumenep.
Sementara kapal DBS tidak bisa serta merta diberangkatkan ke Kangean seperti keinginan mahasiswa, mengingat tidak ada anggaran BBM untuk pemberangkatan ekstra di luar jadwal yang sudah ditetapkan.
Sumber : beritajatim.com



Posting Komentar