Jumat, 31 Agustus 2012

Pertokoan di Sumenep Terbakar

SUMENEP - Kebakaran hebat kali pertama melanda pertokoan di Jl. Diponegoro, Sumenep, Madura, melalap 6 toko diantaranya menjual elektronik dan peralatan motor hingga ludes. Hingga pagi tadi, asap membubung masih terlihat dari lokasi kebakaran.

Api yang diduga berasal dari sebuah gudang elektronik sulit dilokalisir oleh petugas pemadam kebakaran yang dibantu oleh warga setempat. Asap hitam membubung diketahui sekitar, pukul 14:00 Wib, Kamis (30/8) kemarin. Api mampu dilokalisir 5 jam kemudian.

Aparat kepolisian, TNI AD, Satpol PP bersama pemilik toko dan warga membantu memadamkan api dan mengeluarkan barang-barang yang ada dalam toko yang mayoritas milik warga keturunan tersebut.

Bunyi ledakan dari tabung gas membuat warga sekitar ketakutan. Api semakin sulit dikendalikan setelah melalap oil, bahan-bahan cat, karbit serta ban. Kebakaran yang cukup mengejutkan warga Sumenep ini juga menjadi perhatian serius Bupati Sumenep, A Busyro Karim. Ia bersama pejabat lain terlihat memantau langsung ke lokasi. "Laporan yang masuk ke saya, 6 toko yang terbakar," terang Moh Saleh, Sekda Kabupaten Sumenep, Jumat (31/8).

"Kita juga minta bantuan pemadam kebakaran dari Kabupaten Pamekasan. Pihak organisasi partai politik juga ada yang membantu mobil tangki. Semua kemampuan pemerintah daerah sudah dikerahkan," ungkapnya.

Sedangkan mobil pemadam kebakaran milik Bandara Trunojoyo sulit untuk digunakan. Menurut dia, pemerintah daerah sudah berusaha melakukan komunikasi agar bisa membantu memadamkan api. "Ternyata proses zjinnya harus ke Dirjen Perhubungan. Lagi pula, petugasnya ada di Surabaya. Jadi, tidak bisa setiap orang menggunakan pemadam kebakaran yang ada di bandara itu. Ada proses yang cukup lama. Petugas pemadam kebakaran baru siaga di bandara jika sudah ada pesawat," urainya.

Sumber lain di lapangan menyebutkan, titik api sulit dikuasai, selain masuk gang juga pompa air dari mobil pemadam kebakaran awalnya tidak berfungsi. Hampir 1 jam api dibiarkan melalap gudang elektronik yang berada di belakang pertokoan alat-alat motor hingga akhirnya menjalar ke bangunan lainnya.

"Saya sampai ke lokasi kebakaran agak awal, mobil dan petugas kebakaran sudah ada. Tetapi, tidak bisa beraktivitas. Saya tidak tahu apa yang terjadi," kata Hosni Tamrin, anggota DPRD Sumenep.

Dia mengaku sudah mengingatkan dan meminta kepada SKPD yang membawai pemadam kebakaran agar selalu mengkontrol fungsi dari mobil pemadam kebakaran.

Sementara, Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto mengatakan, penyebab dan jumlah kerugian yang dialami pemilik toko belum diketahui. "Sejak kemarin hingga tadi malam, polisi masih fokus pada lokalisir dan pemadaman api. Berapa kerugian dan penyebabnya masih menunggu olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan bukti-bukti," katanya.

Sejumlah pemilik toko yang berdekatan dengan lokasi kebakaran hingga pagi ini masih terlihat panik dengan adanya kobaran api dan asap yang masih membubung. Toko Elektronik terbesar UD Merdeka yang bersebelahan dengan Toko Sinar Abadi masih mengeluarkan barang-barangnya. "Karena masih terlihat ada api dan asap membubung. Semua barang-barang akan dipindahkan ketempat yang lebih aman," kata Ahmad, salah seorang karyawan UD Merdeka Sumenep.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Moh Saleh, menginginkan ada peremajaan terhadap mobil pemadam kebakaran. "Kita memang menginginkan ada peremajaan pemadam kebakaran," katanya.

Sumber: www.surabayapost.co.id

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More