Kangean: Suasana penuh gembira dan bahagia
menyelimuti masyarakat Desa Kalikatak Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep dan
sekitarnya karena telah mendapatkan hiburan segar berupa tontonan gratis panjat
pinang yang sudah beberapa tahun belakangan ini faqim. Acara meriah ini
berlangsung hari Selasa 21 Agustus 2012 pukul 13.00 sampai selesai. H. Busahnan seorang pengusaha sukses asal
Dusun Barat Pasar Desa Kalikatak Kecamatan Arjasa orang yang telah
menfasilitasi acara ini guna merespond
ide beberapa masyarakat sekitar untuk mengadakan panjat pinang atas semua biaya
operasional berikut hadiah menarik pada acara panjat pinang tersebut.
“Di samping memberikan hiburan
segar Pak, kita juga ikut memeriahkan peringatan HUT ke-67 Proklamasi
Kemerdekaan Republik Indonesia, untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para
pahlawan yang telah gugur membela bumi pertiwi ini. Tidak lupa pula ini kan
juga merupakan rasa syukur kita atas kemerdekaan yang telah kita nikmati ini, “
tutur H. Busahnan pada penulis.
Semula direncanakan 5 pohon
pinang yang akan dijadikan ajang ketangkasan memanjat, tetapi karena tempat
yang kurang memadai akhirnya hanya 2 pohon yang dapat dipersembahkan kepada
masyarakat sekitar.
Yang memotivasi pengunjung
berusaha keras untuk memanjat sampai puncak pohon pinang karena di atas sana
telah digantungkan bebarapa hadiah yang sangat menggiurkan, di mana tiap-tiap
pohon telah tersedia uang tunai Rp 1.000.000,- sebagai hadiah utanma dan
beberapa hadiah hiburan lainya, di antaranya ada kain baju, sepatu, sandal,
tas, songkok, topi, dan beberapa macam hadiah lainnya. Tidak lupa sebagai
kebanggaan pada Negara Indonesia bendera Merah Putih dikibarkan di ujung atas
pohon pinang tersebut.
Kepala Desa beserta seluruh
Perangkat Desa Kalikatak, Kepala Desa Duko, dan tokoh-tokoh masyarakat tidak
ketinggalan ikut juga hadir pada acara tersebut.
Bertalu-talu suara kendang dan merdunya alunan nada saronen yang digelar oleh “Group Kendhang Dhumi Pamoleran” Desa Pandeman yang diketuai Pak Sattan yang didatangkan oleh H. Busahnan dengan khidmadnya mengalunkan lagu-lagu mengiringi selama panjat pinang berlangsung, menambah semaraknya acara tersebut.Kendhang Dhumi’ adalah musik tradisional masyarakat Kangean. Di mana nama tersebut diambil dari alat yang digunakan yakni Kendhang adalah alat bunyi-bunyian berupa kayu bulat panjang, di dalamnya berongga dan pada lubangnya diberi kulit (untuk dipukul); sedang dhumi’ adalah sebuah kata dari bahasa Kangean yang berarti kecil. Jadi Kendhang Dhumi’ adalah group musik yang terdiri dari beberapa kendang yang berukuran kecil.Beberapa masyarakat yang ditemui penulis, Asmuni (Tokoh Masyarakat) menyatakan bahwa acara ini sangat menyentuh masyarakat dan menjadi hiburan yang menarik. Jatim (Kepala Dusun) juga menyatakan bahwa acara ini sangat meriah dan membuat masyarakat senang. Khusairi (Ketua RT) mengusulkan pada penulis yang kebetulan Ketua Umum HUT ke-67 RI Kecamatan Arjasa dapatnya panjat pinang ini juga diadakan di alon-alon Arjasa oleh Panitia Induk. Semoga bisa dilakukan. Amin.







Posting Komentar